Media-Mansa, Bolmong — Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MAN 1 Bolmong Plus Keterampilan memasuki hari ketiga (25/09/2025 ) dengan agenda yang padat namun penuh manfaat. Hari kedua MGMP diisi dengan materi utama “Penyusunan Perangkat Ajar Deep Learning dan Kurikulum Cinta”, yang dipandu langsung oleh pemateri Dr. Muhammad Anwar, S.Pd., M.Pd., Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Manado.

Dalam paparannya, Dr. Anwar menekankan pentingnya integrasi pendekatan deep learning—yang mendorong pemahaman mendalam, kritis, dan aplikatif dengan nilai-nilai luhur dalam Kurikulum Cinta, sebuah konsep pendidikan yang menekankan kasih sayang, empati, dan karakter mulia dalam proses pembelajaran. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi ini, terutama dalam merancang perangkat pembelajaran dan bahan ajar yang tidak hanya memenuhi aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual.

Memasuki hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan lanjutan penyusunan perangkat pembelajaran, yang kemudian diarahkan ke sesi Assesmen Pembelajaran. Dalam sesi ini, para peserta diajak memahami berbagai bentuk penilaian autentik yang selaras dengan prinsip deep learning dan Kurikulum Cinta, seperti penilaian proyek, reflektif, serta berbasis karakter. Sesi ditutup dengan refleksi bersama, di mana para peserta berbagi pengalaman, tantangan, dan strategi yang akan di implementasikan di kelas masing-masing.

Salah satu peserta, Suherianto, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Banyak hal yang kami dapat dalam kegiatan MGMP ini, terutama dalam proses pembuatan perangkat ajar dan bahan ajar yang sesuai dengan pendekatan deep learning dan nilai-nilai Kurikulum Cinta. Ini sangat membantu kami dalam merancang pembelajaran yang bermakna dan menyentuh hati siswa,” ujarnya.

Kegiatan MGMP secara resmi ditutup oleh Kepala Madrasah, Siti Lisyafa’atin S, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutan penutupannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas rasa antusiasnya dalam mengikuti kegiatan ini.

“Alhamdulillah, kegiatan MGMP selama tiga hari ini berjalan dengan lancar dan penuh semangat kolaborasi. Saya sangat mengapresiasi komitmen para guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga penuh cinta dan nilai-nilai kemanusiaan. Kurikulum Cinta bukan sekadar istilah, tapi harus menjadi napas dalam setiap interaksi kita dengan siswa. Semoga ilmu yang didapat hari ini tidak berhenti di sini, melainkan diimplementasikan secara konsisten demi mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan penuh kasih sayang.”

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh guru dapat menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah, dengan menghadirkan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan penuh cinta.(ec)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *