
Media-Mansa, Bolmong – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MAN 1 Bolaang Mongondow Plus Keterampilan resmi dibuka pada Selasa (23/09/2025), bertempat di gedung pertemuan madrasah. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, hingga Kamis (25/09/2025).
Kegiatan pembukaan diawali dengan sambutan dari Kepala MAN 1 Bolmong Plus Keterampilan, Siti Lisyafa’atin S, S.Ag., M.Pd. Dalam arahannya, beliau menyampaikan harapan agar MGMP dapat menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kompetensi guru.
“MGMP ini bukan sekadar forum formal, melainkan ruang belajar bersama. Saya berharap seluruh guru dapat menyerap ilmu, berdiskusi, dan menerapkannya dalam pembelajaran sehingga siswa kita mendapatkan pengalaman belajar terbaik,” ujarnya.
Serupa dengan Pokjawas Kementerian Agama Kabupaten Bolmong, dalam sambutannya Fairus U. Harun, S.Ag. Ia menekankan pentingnya konsistensi guru dalam mengikuti perkembangan kurikulum dan strategi pembelajaran.
“Guru harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Melalui MGMP ini, mari kita perkuat peran kita dalam mencerdaskan generasi dengan pendekatan yang sesuai, salah satunya lewat pemahaman kurikulum cinta dan konsep deep learning,” tegasnya.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Muhammad Anwar, S.Pd., M.Pd., widyaiswara Balai Diklat Kementerian Agama Manado. Dalam pemaparannya, beliau memperkenalkan dasar-dasar Kurikulum Cinta dan konsep Deep Learning yang menjadi salah satu terobosan dalam pembelajaran modern. Materi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru bagi para pendidik dalam membangun pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, serta berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
Turut hadir sebagai peserta adalah seluruh guru MAN 1 Bolmong Plus Keterampilan. Kegiatan pembukaan ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Setelah rangkaian acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi awal mengenai pengenalan Kurikulum Cinta sebagai bekal untuk sesi-sesi selanjutnya.
Dengan adanya kegiatan MGMP ini, diharapkan para guru dapat lebih siap menghadapi tantangan pendidikan, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman dan karakter peserta didik. (ec)