Media Mansa-Bolmong — MAN 1 Bolaang Mongondow (Bolmong) Plus Keterampilan (PK) memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah pada Kamis, 15 Januari 2025. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh civitas akademika MAN 1 Bolmong PK, meliputi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan, bertempat di Mushola Nurul Ilmi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan nasyid dan vocal grup dari peserta didik yang menambah suasana religius dan penuh semangat kebersamaan. Acara inti diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh tiga penceramah, yakni Naura Larasati Humola, Aditia Gandura, dan Fitra Pasuhuk.

Dalam ceramahnya, para penceramah menekankan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan nabi pilihan Allah SWT yang diberi mukjizat besar berupa peristiwa Isra Mi’raj. Melalui peristiwa tersebut, umat Islam diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, khususnya dalam hal kepemimpinan. Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan yang baik bagi banyak orang, baik dalam sikap, perkataan, maupun perbuatan.

Kepala MAN 1 Bolmong PK, Siti Lisyafa’atin S., S.Ag., M.Pd, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan dan karakter peserta didik.

Peringatan Isra Mi’raj bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada seluruh warga madrasah. Semoga peserta didik MAN 1 Bolmong PK dapat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, serta berakhlak mulia,” ujarnya.

Usai rangkaian peringatan Isra Mi’raj, kegiatan dilanjutkan dengan lomba menghias tumpeng antar kelas yang berlangsung meriah dan penuh kreativitas. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai wujud kebersamaan, serta dilanjutkan dengan lomba qasidah antar kelas yang semakin menyemarakkan suasana.

Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bolmong PK berharap nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kreativitas peserta didik dapat terus berkembang dalam bingkai budaya religius madrasah.(ec_hubmas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *