
Media-Mansa, Bolmong – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumoga Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sekaligus Pencegahan Pernikahan Usia Sekolah, Senin (22/09/2025), bertempat di gedung pertemuan MAN 1 Bolaang Mongondow Plus Keterampilan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi dari kelas 10 hingga kelas 12, dengan pemateri utama Kepala KUA Kecamatan Dumoga Utara, Bapak Yonal Yusuf Isa, S.HI, didampingi oleh staf KUA.
Dalam penyampaiannya, Yonal menegaskan bahwa fenomena pernikahan anak usia dini masih menjadi persoalan serius di Kecamatan Dumoga Utara. Data mencatat, sepanjang Januari hingga September 2025 angka pernikahan usia anak terus mengalami peningkatan. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman sejak dini bagi remaja terkait risiko dan dampak dari pernikahan usia muda. Ia menjelaskan bahwa pernikahan dini bukan hanya berpotensi menghambat pendidikan, tetapi juga berdampak pada kesehatan, psikologis, hingga masa depan generasi muda.
“Pernikahan usia sekolah membawa banyak dampak negatif, baik dari segi kesehatan fisik, mental maupun ekonomi. Anak-anak yang menikah terlalu muda belum siap sepenuhnya menghadapi tantangan kehidupan rumah tangga. Inilah mengapa perlu kesadaran bersama untuk menekan angka pernikahan usia dini di daerah kita,” tegas Yonal Yusuf Isa.
Lebih lanjut, beliau mengajak para siswa untuk fokus pada pendidikan, pengembangan keterampilan, dan membangun masa depan yang lebih cerah.
Kepala MAN 1 Bolmong Plus Keterampilan, Siti Lisyafa’atin S, S.Ag, M.Pd, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak KUA Dumoga Utara yang telah memberi pencerahan bagi siswa-siswi kami. Materi ini sangat penting agar mereka lebih memahami risiko dan dampak pernikahan dini. Harapan kami, seluruh peserta dapat mengambil pelajaran berharga serta berkomitmen untuk menunda pernikahan sampai benar-benar siap,” ujar Kepala Madrasah.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung interaktif, dengan diskusi serta sesi tanya jawab antara pemateri dan siswa. Pihak sekolah berharap, melalui program BRUS dan upaya pencegahan pernikahan dini ini, para remaja dapat lebih terlindungi dan memiliki kesempatan meraih cita-cita mereka secara optimal.
Melalui sosialisasi ini, para siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu mengaplikasikan kesadaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.(ec,sun)